by

Titik Nadir Krisis Pembelajaran Ditengah Pandemi

PerdanaNews Kotamobagu-Apabila ekonomi kita salah kebijakan, kita masih punya waktu untuk memperbaiki. Namun bila pendidikan kita yang salah kebijakan tidak mungkin anak anak kita ini kembali ke bangku sekolah dasar lagi. Begitu kira kira anggapan keprihatinan sebagian orang terhadap kualitas pendidikan kita ditengah pandemi.

Kita memang mengalami tiga krisis besar, bahkan sebelum pandemipun kita memang sudah merasakan krisis tersebut. Tiga krisis itu adalah ekonomi, krisis kesehatan dan krisis pembelajaran.

Di tengah kegigihan kita melawan pandemi Covid-19, sejumlah langkah tetap harus diambil guna mengoptimalkan jalannya pendidikan selama masa Corona ini. Salah atu kebijakan pemerintah adalah pembelajaran jarak jauh (PJJ).

PEDIDIKAN DI ERA KRISIS PANDEMI

Namun sangat disayangkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang ada di tengah wabah virus corona memperlihatkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia belum siap untuk menghadapi pandemi.

Belum hilang dari ingatan kita, bagimana seorang buruh tani di Garut Jawa Barat yang mencuri HP agar anaknya bisa belajar online, di lampung seorang ayah mencuri laptop agar anaknya bisa belajar daring, begitu juga seorang anak di Solo Jawa Tengah yang menjual cilok hanya untuk membeli kuota internet agar bisa belajar online.

Kondisi ini memang sangat miris, kalau dulu orang tua murid tidak diperkenankan anaknya untuk membawa gedget. Namun saat ini orang tua wajib menyediakan gedget untuk anaknya. Anak anak kita sekarang terus di ninabobokan dengan gedget.

Mulai dari belajar, bermain, bersosialisasi semuanya tidak lepas gedget. Waktunya habis terbuang dengan gedget, dari buka mata sampai tutup mata gedget ditangan.
Bayangkan mau jadi apa bangsa ini kalau 20 sampai 30 tahun kedepan kita akan di pimpin oleh pemuda dan pemudi gedget.

(Rls/Red)

PERDANANEWS