by

Setelah KAMI Munculah KITA

PerdanaNews Kotamobagu-Banyak elemen mulai membandingkan kehadiran KAMI dan KITA, pro dan kontra mulai banyak bermunculan dan terus mendikotomikan kedua gerakan tersebut. Lalau apa sebenarnya perbedaan dari dua gerakan tersebut.

Seperti diketahui pada selasa (18/8/2020) KAMI menggelar deklarasi yang digelar di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Sejumlah tokoh yang hadir dalam acara tersebut di antaranya Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Refly Harun, Said Didu, Rocky Gerung, Ichsanuddin Noorsy, dan Ahmad Yani.

Sebagian menilai kehadiran Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) sebagai kontrol penguasa yang dinilai gagal memimpin bangsa ini. Mereka berpendapat bahwa saat ini pemerintah tidak hadir dalam setiap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Jangan Pandang Sebelah Mata Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)

Karena itu, tidak heran jika banyak ulama, tokoh, purnawirawan, aktifis, buruh, mahasiswa, dan para pelajar sampai turun ke jalan sebagai wujud protes atas ketidakpuasan kerja pemerintah.

Saat membacakan jatidiri KAMI, ketua komite KAMI Ahmad Yani menjelaskan bahwa KAMI adalah gerakan moral rakyat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen yang berjuang bagi tegaknya kedaulatan negara, terciptanya kesejahteraan rakyat, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sehari setelah itu, mantan tokoh dan organ relawan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin juga mendeklarasikan KITA (Kerapatan Indonesia Tanah Air).

Deklarasi KITA digelar di Gedung Joeang, Jalan Menteng 31, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2020).

Maman Imanulhaq, salah satu deklarator yang juga mantan Direktur Relawan TKN Jokowi-Amin mengatakan, KITA adalah koalisi independen yang menyemai, mengembangkan, dan melestarikan Tanah Air Indonesia sebagai bagian dari diri, identitas, dan masa depan bersama.

“KITA Bergerak dalam politik kesadaran yang berusaha membangun masyarakat yang terbayang (imagined community) Indonesia yang kreatif dan berkelanjutan,” kata Maman.

Maman Imanulhaq didaulat oleh para deklarator dan organ relawan sebagai koordinator KITA.

Kegiatan ini ditutup oleh doa bersama Habib Syahdu Alidrus dan menyanyikan lagu Bendera Merah Putih oleh penyanyi Camelia Panduwinata.

(Rls/Red)

PERDANANEWS