by

Jangan Pandang Sebelah Mata Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)

Oleh Cak Windra

PerdanaNews Kotamobagu-Jangan Pandang Sebelah Mata Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Memang seram kalau mendengar ada kapal besar akan karam, tidak terbayangkan bagaimana nanti penumpang yang ada didalamnya, bagi orang yang bisa berenang tentu tidak begitu panik tetapi bagaimana sama orang yang tidak bisa berenang atau yang tidak cukup punya tenaga soalnya para penumpangnya majemuk dari berbagai kalangan.

Tetapi ada sebab pasti ada musabab, yang mengakibatkan suatu kapal akan karam menenggelamkan penumpangnya, untuk itu Nahkoda dan Anak Buah Kapal (ABK) harus bekerja keras mencari cara agar tidak tenggelam serta sebagai tanda merespon cepat informasi yang diberikan, tidak mengabaikan karena merasa masih aman dan melaju dengan tenang atau memang menutup semua saluran yang ada. Kalau seperti itu berangkat dari rumah kita bersama, akan sia-sia dan apakah akan sampai di pulau idaman, yang menjadi tujuan kita bersama.

Apabila ada gerakan moral membunyikan klakson keresahan, dari hasil tapa brata di dalam gua perenungan, sehingga mendapatkan seberkas sinar terang, jadi tidak heran kalau klakson tersebut dibunyikan, agar segera bangun dan bergegas merespon para kru kapal. Diam bukan berarti tidak memperhatikan apa yang sedang berjalan dan suara lantang memang harus diteriakan sebagai tanda wujud kasih sayang, pada negeri ini.

Niat baik terkadang disalah tafsirkan, hanya dinilai sebelah mata saja, tidak melihat isi maknanya apa. Setiap orang mempunyai gayanya sendiri-sendiri untuk mengungkapkan isi hatinya, apa yang lagi dirasakannya seperti halnya seorang pemuda suka dengan pemudi, ada yang langsung mengatakan suka dan ada yang menunggu-nunggu sampai munculnya kesempatan itu datang. Tetapi bahwa menunda sesuatu hal yang baik, bukankah tidak dianjurkan sebelum terlambat, apalagi kalau menyangkut Bangsa dan Negara, ada sesuatu yang kurang pada mestinya tidak seperti biasanya.

Maka dari itu Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) hadir menyumbangkan suara pemikirannya, pada 18 Agustus 2020. Terpanggil sebagai putra putri Indonesia, mengetahui bahwa ada sesuatu hal yang kurang pada tempatnya di Negeri ini dan mewakili suara-suara rakyat yang terpendam, karena tidak ada yang mendengarkan dan rasa takut yang mengintai dimana-mana.

Semoga Deklarasi KAMI yang kemarin, segera mendapatkan respon tanggapan dan ada beberapa butir yang dapat segera dilakukan, walaupun berat untuk dilaksanakan. Tetapi demi Indonesia yang kita cintai bersama, mudah-mudahan semua itu akan ringan karena doa serta semangat dari rakyat diseluruh negeri.

Dan lembaran sejarah yang akan mencatatnya untuk anak cucu kelak, apa yang terjadi pada hari ini akan terbaca kembali dikemudian hari, apa yang dibicarakan hari ini akan terekam dan dapat didengarkan dimasa yang akan datang. Jadi karena dari itu jangan sia-siakan kesempatan yang ada untuk melakukan kebaikan, biarkan sejarah yang mengatakan.
Salam semangat dan salam sukses untuk kita semua

PERDANANEWS